SAMARINDA — Komisi II DPRD Kota Samarinda menaruh perhatian sangat serius terhadap efektivitas serta kondisi perekonomian pedagang di Pasar Pagi Samarinda pascapembangunan gedung baru. Langkah nyata ini dibuktikan saat Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menggelar peninjauan lapangan (sidak) secara maraton dari lantai 1 hingga lantai 7 selama empat jam penuh pada Kamis (30/07/2026).
Sepanjang peninjauan tersebut, Iswandi mengelilingi setiap lorong pasar sembari menyerap langsung aspirasi dan berdialog bersama para pedagang lokal. Namun, hasil temuan di lapangan justru memicu keprihatinan mendalam bagi pihak legislatif. Kendati bangunan pasar kini berdiri megah dan menyajikan estetika yang menawan, manfaat ekonomisnya ternyata belum menyentuh para pedagang secara optimal.
Bahkan, sebagian besar pedagang secara terbuka mengeluhkan penurunan omzet secara drastis. Mereka mengaku kesulitan menggaet pembeli, bahkan beberapa di antaranya sama sekali tidak mencatatkan transaksi penjualan selama berbulan-bulan.
Fungsi Ekonomi Bangunan Pasar Belum Maksimal
Melihat kondisi memprihatinkan tersebut, Iswandi menilai bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda belum berhasil memaksimalkan potensi Pasar Pagi sebagai pusat penggerak ekonomi daerah. Menurutnya, pemerintah daerah masih belum fokus memberdayakan para pedagang agar gedung yang megah ini bisa berfungsi secara maksimal.
“Kita semua melihat bangunan pasar ini sangat bagus dan indah secara estetika. Namun, jika kita bicara fungsi ekonominya, kondisinya justru sangat memprihatinkan. Sepanjang koridor saya melihat banyak pedagang merengut dan pusing memikirkan biaya retribusi, padahal barang dagangannya belum laku. Ada pedagang yang bercerita bahwa selama tiga bulan tidak ada satu pun barang yang terbeli, dan ada pula yang seminggu hanya laku satu barang,” ungkap Iswandi dengan nada prihatin.
Selain sepinya pengunjung, pedagang juga mengeluhkan beberapa kendala teknis fasilitas gedung yang dinilai mengganggu aktivitas jual beli harian. Salah satu contohnya adalah masalah air hujan yang kerap tempias masuk ke dalam area lapak jualan.
DPRD Bakal Panggil Lintas OPD Sebelum Akhir Agustus
Guna mengurai benang kusut persoalan tersebut, Komisi II DPRD Kota Samarinda berencana mengambil langkah cepat dengan menginisiasi rapat dengar pendapat (RDP) gabungan. Pihaknya siap memanggil dan mendudukkan seluruh pemangku kepentingan dalam satu meja sebelum akhir Agustus 2026 mendatang.
Sebab, pemanggilan tersebut tidak hanya menyasar satu instansi saja, melainkan melibatkan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pihak Komisi II DPRD Samarinda Pasar Pagi bakal mengundang Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, Inspektorat, hingga perwakilan resmi asosiasi pedagang.
“Oleh sebab itu, kita semua harus duduk bersama dan menurunkan ego sektoral masing-masing. Kita jangan saling menyalahkan atau tunjuk-menunjuk lagi. Ingat, ada ratusan bahkan ribuan orang yang menggantungkan urat nadi hidupnya di dalam bangunan ini. Jadi, kita harus mencari solusinya secara bersama-sama agar denyut nadi perekonomian di Pasar Pagi bisa kembali bergerak cepat dan para pedagang bisa tersenyum lagi,” tegas Iswandi menutupi keterangannya.
(Pril)































