MEDIA BADAK | MUARA BADAK – Sebanyak 35 siswa-siswi Kelompok Bermain (KB) Mawar mengikuti Program Tanam Padi Gembira yang digelar di Tani Education Center, Desa Gas Alam Badak 1, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 120 peserta tersebut menjadi sarana edukasi pertanian sejak usia dini dengan mengajak anak-anak belajar langsung di area persawahan, mulai dari mengenal bibit hingga praktik menanam padi bersama para petani.
Program ini diinisiasi oleh Kelompok Tani Muda Berkarya sebagai upaya mengenalkan dunia pertanian kepada generasi muda sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pentingnya sektor pertanian dan ketahanan pangan. Selain siswa-siswi KB Mawar, kegiatan juga melibatkan guru, orang tua, kelompok tani, mahasiswa, organisasi kepemudaan, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Muara Badak Hj. Nurhaeda, S.P., M.Si., Kepala Desa Gas Alam Badak 1 Amir, Ketua Kelompok Tani Muda Berkarya Yohanes Marthen, KNPI Kecamatan Muara Badak, Forum Komunikasi Pemuda Muara Badak (FKPMB), Ikatan Mahasiswa Muara Badak (IMABA), Karang Taruna Desa Gas Alam Badak 1, mahasiswa KKN Tematik Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI), mahasiswa KKN Kolaborasi Universitas Mulawarman (UNMUL)-UINSI, para guru, orang tua, serta masyarakat.
Kegiatan dipusatkan di Tani Education Center, kawasan edukasi pertanian yang dikembangkan oleh Kelompok Tani Muda Berkarya di atas lahan milik negara yang dikelola PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS). Kawasan tersebut dimanfaatkan sebagai tempat belajar pertanian, pengembangan budidaya tanaman pangan, sekaligus ruang edukasi terbuka bagi masyarakat. Nama Tani Education Center diberikan oleh Kelompok Tani Muda Berkarya sebagai identitas kawasan pembelajaran pertanian yang diharapkan terus berkembang di Muara Badak.
Ketua Kelompok Tani Muda Berkarya, Yohanes Marthen, mengatakan Program Tanam Padi Gembira lahir dari keinginan memperkenalkan dunia pertanian kepada anak-anak melalui pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Menurutnya, regenerasi petani harus mulai dipersiapkan sejak dini agar sektor pertanian tetap berkembang di masa mendatang.
“Kami ingin anak-anak mengenal sejak dini bagaimana proses menanam padi hingga menjadi nasi yang mereka konsumsi setiap hari. Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremonial, tetapi menjadi program berkelanjutan sehingga Tani Education Center dapat berkembang sebagai pusat edukasi pertanian bagi sekolah, mahasiswa, komunitas, maupun masyarakat. Ke depan, kami juga berharap semakin banyak dukungan terhadap pemanfaatan lahan kosong yang memungkinkan agar dapat dimanfaatkan secara produktif bagi kepentingan pertanian dan pendidikan,” ujar Yohanes.
Camat Muara Badak, Hj. Nurhaeda, S.P., M.Si., mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pengenalan dunia pertanian kepada anak-anak merupakan langkah positif dalam membangun karakter generasi muda yang peduli terhadap lingkungan, menghargai profesi petani, serta memahami pentingnya ketahanan pangan.
“Kegiatan seperti ini sangat baik karena anak-anak tidak hanya belajar melalui teori, tetapi juga memperoleh pengalaman secara langsung di sawah. Mereka belajar mengenal proses menanam padi, memahami asal-usul pangan yang dikonsumsi setiap hari, sekaligus belajar mencintai lingkungan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama membangun sektor pertanian di Muara Badak,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Gas Alam Badak 1, Amir, menyatakan Pemerintah Desa mendukung penuh kegiatan edukasi pertanian tersebut. Menurutnya, keberadaan Tani Education Center menjadi potensi besar dalam mendukung pembelajaran sekaligus memperkuat sektor pertanian di desa.
“Desa Gas Alam Badak 1 memiliki kelompok tani yang aktif dan terus berkembang. Kehadiran Tani Education Center menjadi aset yang sangat baik sebagai tempat belajar bagi anak-anak, mahasiswa, maupun masyarakat. Pemerintah desa siap mendukung kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan kemajuan sektor pertanian desa,” katanya.
Pihak KB Mawar juga menyambut baik kegiatan tersebut. Menurut Kepala Sekolah KB Mawar, pembelajaran di luar kelas memberikan pengalaman baru yang sangat berharga bagi anak-anak karena mereka dapat melihat, menyentuh, dan merasakan secara langsung proses menanam padi bersama para petani.
Kegiatan tersebut turut melibatkan mahasiswa KKN Tematik UINSI dan KKN Kolaborasi UNMUL-UINSI. Perwakilan KKN Tematik UINSI, Alvito Arya Jaya Kesuma, bersama perwakilan KKN Kolaborasi UNMUL-UINSI, Arief Nurahman, mengaku kegiatan itu menjadi pengalaman pertama mereka turun langsung ke sawah bersama kelompok tani dan anak-anak.
“Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Selain mendampingi kegiatan, kami juga belajar secara langsung mengenai proses budidaya padi bersama kelompok tani. Semoga kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, kelompok tani, dunia pendidikan, dan masyarakat dapat terus terjalin sehingga memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar keduanya.
Selama kegiatan berlangsung, anak-anak tampak antusias mengikuti setiap tahapan penanaman padi. Dengan didampingi para petani, guru, mahasiswa, dan orang tua, mereka belajar mengenal bibit, cara menanam, hingga memahami pentingnya menjaga lahan pertanian sebagai sumber pangan.
Usai kegiatan menanam padi, suasana semakin meriah ketika personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Muara Badak memberikan kejutan berupa semprotan air kepada seluruh peserta. Sorak tawa anak-anak memenuhi area persawahan dan menjadi penutup yang mengesankan dalam rangkaian Program Tanam Padi Gembira.
Melalui Program Tanam Padi Gembira, seluruh pihak berharap Tani Education Center terus berkembang sebagai pusat edukasi pertanian di Muara Badak. Kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, kelompok tani, organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang mencintai pertanian, menghargai profesi petani, serta berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan di masa mendatang.
































