BALIKPAPAN – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terhadap ketahanan pangan semakin kuat. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, dalam Rapat Koordinasi Percepatan Swasembada Pangan Kaltim 2027 yang digelar di Gedung Auditorium Makodam VI/Mulawarman, Balikpapan, Kamis (8/5). Acara ini menjadi bagian dari kunjungan kerja Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dan dihadiri oleh Gubernur, Wakil Gubernur, serta para kepala daerah se-Kalimantan Timur.
Usai acara, Rendi menyampaikan bahwa Pemkab Kukar telah siap untuk berperan aktif dalam mendukung target ambisius tersebut. Ia menyebutkan bahwa langkah-langkah konkret, seperti optimalisasi lahan pertanian, perluasan lahan tanam, hingga penguatan Program Brigade Pangan, sudah mulai berjalan di Kukar.
“Kami siap mendukung penuh program Swasembada Pangan Kaltim 2027. Namun, tantangan utama yang kami hadapi bukan soal lahan, melainkan soal teknis,” ungkap Rendi.
Ia kemudian merinci sejumlah hambatan yang harus segera diatasi, seperti kurangnya tenaga kerja terampil, keterbatasan bibit unggul, minimnya pupuk, belum maksimalnya adopsi teknologi modern, serta infrastruktur irigasi yang masih tertinggal.
Rendi berharap agar sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diperkuat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan agar program yang dijalankan tidak hanya bersifat seremonial, tapi benar-benar menyentuh kebutuhan di lapangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Muhammad Taufik, menjelaskan bahwa Kukar telah melaksanakan Program Brigade Pangan yang difokuskan untuk mempercepat pencapaian Swasembada Pangan Kaltim 2027. Program ini menekankan pada peningkatan produktivitas melalui modernisasi pertanian yang melibatkan generasi muda.
Taufik menambahkan bahwa Pemkab Kukar telah mendistribusikan sejumlah alat dan mesin pertanian (alsintan) ke empat kecamatan prioritas, yaitu Marangkayu, Samboja, Tenggarong, dan Anggana. Bantuan tersebut mencakup hand traktor roda dua, rice transplanter, dan pompa irigasi yang langsung disalurkan ke tim Brigade Pangan setempat.
Distribusi alsintan ini dilakukan bersamaan dengan penandatanganan nota kesepakatan antara Pemkab Kukar dan Kodim 0906/KKR serta Kodim 0908/Bontang. Kolaborasi ini menjadi bagian dari implementasi program nasional “TNI Membangun Daerah Berkelanjutan”, yang juga mendukung pengembangan sektor pertanian lokal.
Lebih lanjut, Taufik menjelaskan bahwa kegiatan optimalisasi lahan (Oplah) di Kukar bersumber dari dana APBN yang dialokasikan melalui Kementerian Pertanian. Program ini telah mencakup lahan rawa seluas 2.392 hektare yang tersebar di empat kecamatan. Selain itu, keterlibatan petani milenial yang tergabung dalam lembaga tani dan Brigade Pangan menjadi fokus utama agar sektor pertanian bisa terus berkembang secara berkelanjutan.






























