Ketua IMABA Soroti Alokasi Anggaran Daerah untuk Muara Badak
Ketua Ikatan Mahasiswa Muara Badak (IMABA), Andi Riski Lukman, menyoroti kebijakan pengalokasian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada pembangunan di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara. Menurutnya, sebagai salah satu wilayah yang memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah dan berkontribusi besar terhadap pendapatan daerah, Muara Badak seharusnya mendapatkan perhatian pembangunan yang lebih proporsional.
Andi Riski mengatakan bahwa hingga saat ini masyarakat Muara Badak masih menghadapi berbagai persoalan pembangunan, mulai dari kondisi infrastruktur yang belum optimal, keterbatasan fasilitas publik, hingga pemerataan pembangunan di sejumlah desa. Kondisi tersebut dinilai tidak sebanding dengan kontribusi besar yang selama ini diberikan oleh wilayah Muara Badak terhadap pendapatan daerah.
“Kita semua mengetahui bahwa Muara Badak merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi sumber daya alam besar dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah. Namun di sisi lain, masyarakat masih merasakan berbagai keterbatasan pembangunan yang perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” ujarnya.
IMABA juga mendorong pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara untuk lebih transparan dalam menyampaikan data pengalokasian anggaran daerah. Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi hal penting agar masyarakat dapat mengetahui sejauh mana anggaran daerah dialokasikan untuk pembangunan di wilayah mereka.
Lebih lanjut, Andi Riski menegaskan bahwa kritik yang disampaikan oleh IMABA merupakan bentuk kontrol sosial dan kepedulian mahasiswa terhadap pembangunan daerah. Ia berharap pemerintah daerah dapat menjadikan masukan tersebut sebagai bahan evaluasi untuk mendorong pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah Muara Badak yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penyumbang pendapatan daerah.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian yang lebih serius terhadap pembangunan di Muara Badak, sehingga daerah yang selama ini memberikan kontribusi besar juga dapat merasakan manfaat pembangunan secara adil dan merata,” tutupnya.





























