Tali Asih Cair, Rudi Herawan Sebut Komunikasi Terputus, Nasib Perjuangan Kerang Darah Muara Badak Dipertanyakan
Muara Badak (5/5/2026) — Kabar pencairan dana tali asih bagi kelompok nelayan kerang darah di Muara Badak mulai mendapat perhatian publik. Sejumlah pihak menilai proses pasca pencairan perlu disertai komunikasi yang baik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di antara pihak-pihak yang terlibat dalam perjuangan sebelumnya, apalagi terkait issu potongan 10%.
Salah satu yang menyoroti hal ini adalah Rudi Herawan. Ia menyampaikan bahwa setelah adanya kabar pencairan dana, komunikasi terputus dan dirinya tidak lagi menerima informasi apapun dari pengurus kelompok kerang darah. Padahal, sebelumnya ia bersama elemen masyarakat lain turut terlibat dalam aksi besar saat demonstrasi terhadap PHSS yang menuntut ganti rugi bagi pembudidaya terdampak.
Rudi juga menyampaikan bahwa dirinya dan organisasi PPMB tidak ada menerima dana dari pengurus kelompok kerang darah setelah dana tali asih cair 9,9 miliar.
Sementara dalam klarifikasi resmi yang di sampaikan oleh Muhammad Said ketua kelompok memberikan penegasan terkait kebijakan alokasi sebesar 10 persen yang telah disahkan melalui keputusan kolektif dalam forum resmi. Beliau menjelaskan bahwa dana tersebut merupakan keputusan bulat para anggota yang dialokasikan secara sukarela sebagai bentuk apresiasi sekaligus penggantian biaya akomodasi dan operasional yang telah dikeluarkan oleh tim serta berbagai pihak pendukung selama masa pengawalan intensif, terhitung sejak November 2024 hingga Februari 2026. Alokasi ini menjadi hal yang fundamental mengingat selama kurun waktu kurang lebih 15 bulan tersebut, banyak pihak telah mencurahkan waktu, tenaga, serta sumber daya pribadi secara mandiri demi memastikan aspirasi nelayan dapat membuahkan hasil.
Transparansi dinilai penting, tidak hanya untuk memastikan penyaluran berjalan baik, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan dan solidaritas yang telah terbangun selama proses perjuangan.
Situasi ini menjadi refleksi bersama bahwa perjuangan kolektif tidak berhenti saat hasil dicapai, melainkan perlu dilanjutkan dengan komunikasi yang sehat dan saling menghargai peran masing-masing.
Rudi pun berharap ada klarifikasi dari pengurus kelompok kerang darah agar informasi yang beredar menjadi lebih terang dan berimbang.


![Ilustrasi [Dokumen Bontang Post]](https://mediabadak.com/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-01-at-15.29.28-750x485-1-360x180.jpeg)








![Ilustrasi [Dokumen Bontang Post]](https://mediabadak.com/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-01-at-15.29.28-750x485-1-350x250.jpeg)















![Ilustrasi [Dokumen Bontang Post]](https://mediabadak.com/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-01-at-15.29.28-750x485-1-120x86.jpeg)
