Muara Badak, 15 September 2025 — Pelatihan Desain dan Pemasaran Produk untuk UMKM digelar di Gedung BPU Muara Badak, Minggu (14/9/2025). Acara ini diselenggarakan Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Direktorat Pemanfaatan Riset dan Inovasi.
Pelatihan bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kutai Kartanegara. Hetifah mengajak pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing melalui inovasi desain serta strategi pemasaran digital. “UMKM adalah tulang punggung ekonomi bangsa. Dengan desain menarik dan strategi pemasaran digital yang tepat, UMKM dapat berkembang lebih pesat dan bersaing lebih luas,” ujarnya.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari BRIN dan praktisi pemasaran, antara lain Indra Rusyadi Adiwijaya, S.Kom., M.Si. (Analis Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIN) dan Rizki Adrian (pengajar serta praktisi content marketing). Hadir pula Iskandar (Ketua Persatuan Anggota BPD se-Kecamatan Muara Badak) sebagai moderator, Kepala Desa Muara Badak Ilir Sudriman, perwakilan pemerintah desa, aparat keamanan, serta pelaku UMKM setempat.
Hetifah menyoroti tantangan UMKM yang masih besar. Kurang dari 40 persen UMKM terhubung ke ekosistem digital, sementara tingkat kegagalan usaha cukup tinggi. “Melalui pelatihan ini, kami ingin UMKM di Muara Badak naik kelas dengan memahami pentingnya desain dan strategi pemasaran. Produk yang baik tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu bersaing di pasar lebih luas,” kata Hetifah.
Indra Rusyadi menekankan pentingnya branding dalam membangun nilai produk. “Tanpa branding, kita hanya menjadi penjual. Branding memberi nilai tambah dan pengalaman bagi konsumen. Pelaku UMKM juga harus mengembangkan mental pengusaha,” jelasnya. Sementara itu, Rizki Adrian menekankan peran kemasan (packaging) dan storytelling dalam pemasaran. “Packaging yang tepat dapat membedakan produk di pasar, sementara storytelling mampu menarik konsumen,” tambahnya.
Acara dimulai sejak pukul 08.00 WITA dengan registrasi, penampilan tari, doa bersama, dan menyanyikan Indonesia Raya. Setelah sambutan serta penyerahan cinderamata, kegiatan berlanjut dengan Workshop Manajemen BUMDes dan Koperasi yang dipandu Iskandar. Workshop berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab.
Hetifah menegaskan, pelatihan di Muara Badak merupakan bagian dari rangkaian fasilitasi di empat lokasi, yaitu Kutai Timur, Bontang, Kota Bangun, dan Muara Badak. “Alhamdulillah kegiatan di empat lokasi berjalan lancar. Walau belum masa reses, saya terus memfasilitasi ruang pertemuan untuk meningkatkan kapasitas SDM di Kaltim. Semoga ilmu yang diperoleh dibagikan dan saling menguatkan,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, pelaku UMKM di Kutai Kartanegara diharapkan tidak hanya mahir merancang produk, tetapi juga mampu menerapkan strategi pemasaran inovatif sehingga produk lokal memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar regional maupun nasional.




























