TENGGARONG – Sejumlah mahasiswa di Kutai Kartanegara menyampaikan kekecewaannya terkait perubahan besaran nilai Beasiswa Kukar Idaman tahap 1 Tahun 2025. Sebelumnya, dalam petunjuk teknis (Juknis) tercantum besaran Rp5 juta untuk jenjang S1, namun realisasinya mengalami penurunan.
Salah satu mahasiswa penerima beasiswa yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa atas perubahan tersebut. Ia menyebutkan, perubahan nilai ini tidak diklarifikasi atau diberitahukan sejak awal.
“Kalau dari awal kami tahu nominalnya turun, kami bisa cari alternatif lain dengan mengikuti beasiswa lainnya. Di Juknis ditulis Rp5 juta, kenyataannya hanya Rp1,6 juta untuk S1. Kalau saya melihat klarifikasi mereka, disebabkan karena melebihi kuota yang mencapai 4.000,” ujarnya, Selasa (12/8/2025), dikutip dari Kutairaya.com.
Ia menambahkan, banyak mahasiswa kurang mampu sangat bergantung pada beasiswa ini. “Sekarang mereka bingung mencari dana untuk bayar UKT. Tahun lalu 4.000 penerima masih bisa dapat sesuai Juknis sebesar Rp5 juta, lalu kenapa sekarang tidak?” tambahnya.
Penjelasan Pemkab Kukar
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kukar, Dendi Irwan Fahriza, membenarkan adanya perubahan besaran nilai Beasiswa Kukar Idaman tahap 1 yang turun hingga tiga kali lipat dari tahun sebelumnya.
Ia menjelaskan, kebijakan ini terpaksa dilakukan karena jumlah pendaftar melonjak tinggi. “Kuota yang ditetapkan sejak Januari 2025 adalah 1.348 penerima, tapi setelah verifikasi, yang menerima mencapai 4.015 orang. Ini jauh melebihi kuota, pemerintah dihadapkan pada dua pilihan sulit,” ujarnya di ruang kerja, Selasa (12/8/2025).
Menurut Dendi, terdapat dua alternatif yang bisa diambil: membayar penuh sesuai Juknis namun hanya kepada peserta yang masuk kuota 1.348 penerima, atau membayar seluruh penerima dengan jumlah 4.015 orang tetapi besaran dana dikurangi agar semua mendapat bagian.
“Saya ambil contoh, Untuk S1, kuota awal 867 orang, tetapi yang lolos verifikasi 2.955 orang. Kalau kita memilih alternatif pertama, 2.100 orang yang lolos verifikasi ini tidak akan mendapatkan bantuan tersebut. Itulah kenapa proses pengumuman memakan waktu lama,” ungkapnya.
Perbandingan Tahun Sebelumnya
Dendi membenarkan, tahun sebelumnya penerima beasiswa mencapai 4.000 dengan nominal sesuai Juknis, yaitu Rp5 juta untuk S1. Hal itu terbantu dengan penambahan dana dari APBD.
“Jadi semisal kekurangan, itu bisa ditambah dengan APBD. Namun pada Juni atau Juli kemarin, kita ada defisit Rp900 miliar lebih. Otomatis di APBD ini tidak akan ada penambahan. Kalau tidak ada penambahan, otomatis tidak ada beasiswa tahap 2 nantinya,” jelasnya.
Perubahan nilai tersebut adalah untuk S1 dari Rp5 juta menjadi Rp1,6 juta, S2 dari Rp10 juta menjadi Rp4,2 juta, dan S3 dari Rp15 juta menjadi Rp6 juta.
“Memang tidak akan bisa menyelesaikan untuk pembayaran UKT, kami pahami itu, karena ini sifatnya bantuan stimulan. Mudah-mudahan ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jika nanti ada pembukaan kembali, dengan Beasiswa Kukar Idaman Terbaik, insyaallah kita akan menyesuaikan dengan kuota,” tutupnya.
Baca Juga: Pelajar dan Mahasiswa Muara Badak Soroti Ketimpangan Pendidikan di Hari Pendidikan Nasional 2025
Baca Juga: Kunjungan Kerja APKASI ke Kukar: Dorong Peningkatan SDM dan Beasiswa Indonesia Emas





























