Beberapa waktu lalu Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud sempat menyedot perhatian usai menyebut Dedi Mulyadi sebagai gubernur konten dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) beberapa waktu lalu.
Menanggapi pernyataan rersebut, Dedi Mulyadi kemudian membeberkan bahwa manfaat dari kontennya yakni bisa menurunkan biaya belanja iklan Provinsi Jawa Barat dari Rp50 miliar menjadi Rp3 miliar atau menghemat sekitar Rp47 miliar.
Setelah viral beberapa waktu lalu, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud bersilahturahmi dengan Dedi Mulyadi dan membahas soal rencana kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Ini saya kedatangan tamu istimewa Gubernur Kalimantan Timur kaya, cerdas low profile, kita ngobrol-ngobrol mau membangun kerja sama,” ujar Dedi Mulyadi yang memperlihatkan pertemuannya dengan Rudy Mas’ud dalam unggahan video di Instagram @dedimulyadi71, Minggu (4/5/2025).
Dalam video singkat itu, keduanya ngobrol membangun kerjasama.
Menurut Dedi, Kaltim punya sawah luas, kebun luas, laut luas, tapi orang yang mengurusnya tidak ada. Karena banyak yang bekerja di sektor tambang.
“Nanti orang Jabar disiapkan ke Kaltim, desa-desa yang sudah ada rumahnya, ada sawahnya, ada kampung nelayannya, akan tinggal di sana,” kata Dedi.
“Kami tunggu semuanya Kang,” ujar Rudy.
Kemudian kata Rudy, untuk meningkatkan sumber daya, maka Pemprov Kaltim akan bekerjasama dengan membuka kelas khusus ITB dan UNPAD, khusus untuk mahasiswa Kaltim. Mahasiswa itu nanti dibiayai Pemprov Kaltim
Pada kesempatan tersebut Dedi Mulyadi juga menegaskan bahwa Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud merupakan temannya sejak lama dan terkait sebutan gubernur konten, maksud Rudy adalah gubernur yang kontennya top.


































