MEDIABADAK.COM — Kohati Badko HMI Kaltim-Kaltara menyampaikan kecaman keras terhadap insiden kekerasan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Kecamatan Muara Badak. Kasus yang ironisnya dilakukan oleh orang terdekat korban, yakni tetangganya sendiri, ini menimbulkan keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan.
Dalam pernyataannya, Ketua Umum Kohati Badko HMI Kaltim-Kaltara, Andi Wahyuni, menyampaikan duka cita dan keprihatinan yang mendalam atas kejadian tersebut. Ia menyesalkan bahwa pelaku kekerasan justru dilepaskan oleh aparat penegak hukum saat proses penyidikan masih berjalan. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bentuk pengabaian terhadap keadilan dan menimbulkan luka batin yang semakin dalam bagi korban.
“Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai keadilan dan perlindungan terhadap anak-anak, tindakan ini adalah bentuk nyata kegagalan negara dalam memenuhi kewajibannya,” ujarnya saat memberikan keterangan, Senin (28/4).
Andi Wahyuni menilai bahwa pembebasan pelaku menunjukkan lemahnya komitmen terhadap perlindungan anak dan keadilan sosial. Oleh karena itu, Kohati Badko HMI Kaltim-Kaltara menyampaikan lima tuntutan utama:
1. Mendesak kepolisian meninjau kembali keputusan pelepasan pelaku dan menjamin proses hukum berjalan adil serta berpihak pada korban.
2. Menuntut proses hukum yang transparan dan akuntabel, tanpa diskriminasi atau intervensi.
3. Menegaskan bahwa kepentingan terbaik anak harus menjadi prinsip utama dalam setiap tahapan hukum, mulai dari penyidikan hingga penuntutan.
4. Meminta keterlibatan aktif lembaga seperti Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk mengawasi jalannya kasus ini.
5. Mengajak seluruh elemen masyarakat, media, dan pemerhati anak untuk terus bersuara dan menuntut keadilan bagi korban.
“Anak-anak bukan sekadar angka dalam statistik kekerasan. Mereka adalah masa depan bangsa, jiwa-jiwa murni yang membutuhkan pembelaan nyata, bukan sekadar janji kosong,” tegas Kohati.
Organisasi ini menegaskan bahwa membiarkan pelaku kekerasan terhadap anak bebas tanpa sanksi tegas adalah bentuk pengkhianatan terhadap masa depan bangsa. Mereka menyerukan agar semua pihak bersama-sama menjaga ruang aman bagi anak-anak dan menegakkan keadilan tanpa pandang bulu.
“Kita semua harus membersamai masyarakat untuk bersama-sama menjaga ruang aman bagi anak-anak dan menegakkan keadilan tanpa pandang bulu,” pungkasnya.


































