Muara Badak – Pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 001 Muara Badak, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Pada Tanggal 06/02/2026 menjadi sorotan publik setelah siswa dilaporkan menerima satu butir kelapa utuh sebagai bagian dari distribusi program tersebut.
Program MBG yang bertujuan mendukung pemenuhan gizi siswa sekolah dasar itu memicu berbagai tanggapan dari masyarakat, terutama terkait efektivitas dan konsep distribusi bantuan yang dinilai belum jelas secara teknis.
Urgensi dan Konsep Distribusi Dipertanyakan
Koordinator Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Pesisir Daerah (Amarah), Erdin Syam, menyampaikan kritik terhadap pelaksanaan program tersebut. Ia menilai pemberian satu butir kelapa utuh kepada siswa perlu penjelasan yang lebih komprehensif, baik dari sisi manfaat gizi maupun mekanisme pemanfaatannya.
“Jika tujuannya untuk mendukung asupan gizi atau edukasi, seharusnya program ini dirancang lebih matang. Pemberian satu butir kelapa utuh tanpa pengolahan atau pendampingan edukasi berpotensi tidak efektif,” ujar Erdin.
Menurutnya, perlu kejelasan apakah kelapa tersebut merupakan pengganti menu buah tambahan pada hari itu atau justru menjadi satu-satunya menu yang dibagikan dalam skema MBG.
“Masih belum jelas apakah kelapa utuh ini sebagai pengganti asupan buah pada menu hari itu ataukah ini murni sebagai pengganti menu MBG secara keseluruhan. Jika kelapa ini yang menjadi pengganti asupan buah, mengapa tidak dalam bentuk olahan agar tidak menyulitkan siswa? Dan jika hanya kelapa utuh tersebut yang menjadi satu-satunya menu pada hari itu, hal itu sangat patut dipertanyakan. Jangan sampai program unggulan ini hanya dilaksanakan alakadarnya oleh penyelenggara dan bersifat menggugurkan kewajiban tanpa memikirkan esensi nyata dari program MBG tersebut,” tambahnya.
Sorotan Transparansi dan Evaluasi Anggaran
Selain aspek teknis, pihak Amarah juga menekankan pentingnya transparansi anggaran dan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program MBG. Keterbukaan informasi dinilai menjadi kunci agar publik memahami skema program, termasuk standar menu dan perencanaan distribusi pangan.
Ia berharap ke depan program serupa dapat dikemas lebih terstruktur, baik dalam bentuk bahan pangan siap konsumsi maupun kegiatan edukatif yang relevan dengan kebutuhan anak-anak sekolah dasar di Muara Badak.
Belum Ada Keterangan Resmi
Hingga berita ini diturunkan, pihak penyelenggara Program MBG di Muara Badak belum memberikan keterangan resmi terkait mekanisme pembagian kelapa utuh tersebut maupun tujuan spesifiknya dalam rangkaian program.
Media Badak masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait guna memperoleh penjelasan lebih lanjut.





























