SAMARINDA – Pascasarjana Universitas Mulawarman (Unmul) menggelar Seminar Nasional Lingkungan yang membahas sinergi tata kelola sampah di Kalimantan Timur (Kaltim) dan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Pascasarjana Unmul, Rabu (11/2/2026).
Seminar ini dihadiri lebih dari 250 peserta dari kalangan akademisi, mahasiswa, peneliti, pemerintah daerah, hingga praktisi lingkungan. Forum ini menjadi ruang diskusi strategis dalam merumuskan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan, terutama menghadapi peningkatan aktivitas pembangunan di Kaltim dan IKN.
Hadirkan Lima Pakar Nasional
Seminar menghadirkan lima keynote speakers dari berbagai latar belakang kebijakan dan akademik, yakni perwakilan KLHK, Otorita IKN, akademisi, serta kepala daerah.
- Aisyah Syafei, S.T., M.K.K.K (Fungsional Penyuluh LH Ahli Madya KLHK)
- Dr. Myrna Asnawati Safitri, S.H., M.Si (Deputi Lingkungan Hidup OIKN)
- Dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG (Wali Kota Bontang)
- Prof. Dr. Prabang Setyono, M.Si (Sekjen Perkumpulan Program Studi Ilmu Lingkungan Indonesia)
- Dr. Ir. Yunianto Setiawan, S.Si., M.Si (Akademisi Unmul)
Diskusi panel membedah tantangan sinkronisasi kebijakan antara daerah penyangga dan kawasan inti IKN agar tidak terjadi ketimpangan standar pengelolaan lingkungan.
Peran Kampus Kawal Transisi Ekologis
Direktur Pascasarjana Unmul, Prof. Ir. Ndan Imang, MP., Ph.D., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab dalam mengawal transisi ekologis di Kalimantan Timur.
“Seminar ini adalah bentuk komitmen kami untuk memberikan kontribusi pemikiran nyata bagi tata kelola sampah berkelanjutan, terutama dengan kehadiran IKN yang menuntut standar pengelolaan lingkungan lebih tinggi,” ujarnya.
Koordinator Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Unmul, Dr. Ir. Yunianto Setiawan, S.Si., M.Si., menyebut kegiatan ini menjadi wadah integrasi riset mahasiswa dengan kebijakan publik.
Sebanyak 29 makalah ilmiah lolos seleksi dan dipresentasikan dalam sesi paralel, terdiri atas 19 peserta Program Doktor, 1 peserta Program Magister, dan 9 peserta Program Sarjana. Seluruh makalah akan dipublikasikan dalam prosiding ber-ISBN terakreditasi.
Kolaborasi Jadi Kunci Pengelolaan Sampah Kaltim–IKN
Ketua Panitia, Toman Colbert Manalu, menyampaikan apresiasi atas dukungan sponsor dan mitra yang terlibat dalam menyukseskan seminar nasional ini.
Menurutnya, tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa persoalan pengelolaan sampah di Kaltim dan IKN merupakan prioritas bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Seminar ditutup dengan penegasan pentingnya sinkronisasi kebijakan lingkungan antara wilayah penyangga dan IKN guna mewujudkan tata kelola sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan.





























