Kutai Kartanegara – Dalam rangka meningkatkan spiritualitas dan profesionalisme di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Gerakan Etam Mengaji (GEMA) terus digalakkan. Salah satu wujud nyata program ini terlihat pada kegiatan yang berlangsung di Masjid At Taqwa, Kompleks Perkantoran Bupati Kukar, Jumat (17/1/25).
Ada beberapa tokoh penting yang turut menghadiri acara ini, antara lain Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, Asisten I Bidang Pemerintahan Setkab Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Dendy Irwan Fahriza, serta Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kukar, KH. Muhammad Askin Bahar. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen Pemkab Kukar dalam mendukung gerakan yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan kualitas diri para Aparatur Sipil Negara (ASN).
Mengaji sebagai Bukti Kinerja ASN
Dalam arahannya, Sekda Kukar Sunggono menegaskan bahwa kegiatan membaca Alquran ini tidak hanya menjadi aktivitas spiritual, tetapi juga bagian dari penilaian kinerja ASN di lingkup Sekretariat Daerah. “Mengaji adalah salah satu bukti konkret bahwa kita bekerja. Ini menjadi salah satu eviden kinerja ASN,” ujar Sunggono.
Ia juga menekankan bahwa membaca Alquran dapat menjadi zakat bagi tubuh, yang berfungsi untuk membersihkan jiwa dan hati. “Orang yang enggan berzakat akan kehilangan keberkahan dalam hartanya. Dengan mengaji, kita berharap dapat meraih keberkahan dari Allah SWT,” tambahnya.
Rutinitas Harian Mengaji di Lingkungan Kerja
Sebagai langkah konkret dari program GEMA, aktivitas mengaji akan menjadi bagian dari rutinitas harian ASN. Sunggono menjelaskan, kegiatan tersebut berlangsung di tempat kerja masing-masing mulai Senin hingga Kamis, sementara setiap Jumat akan dipusatkan di Masjid At Taqwa. Harapannya program tersebut tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis dan religius.
Lebih lanjut, Sunggono meminta adanya pelaporan mingguan dari masing-masing kepala subbagian, kepala bagian, dan asisten terkait pelaksanaan program ini. “Saya berharap laporan dari semua pihak yang terlibat dapat memastikan program ini berjalan dengan baik dan konsisten,” ujarnya.
Mengaji untuk Membersihkan Jiwa dan Mengundang Berkah
Mengaji, menurut Sunggono, bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga cara efektif untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperkuat integritas pribadi, serta membersihkan hati dari hal-hal negatif. Dalam pandangannya, kebiasaan mengaji dapat menciptakan ASN yang tidak hanya profesional tetapi juga memiliki akhlak yang baik.
Dengan gerakan ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berharap dapat menumbuhkan budaya kerja yang tidak hanya produktif, tetapi juga penuh keberkahan. Program GEMA menjadi cerminan nyata bahwa nilai-nilai agama dapat terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia kerja.
Gerakan Etam Mengaji adalah upaya strategis yang menggabungkan spiritualitas dan profesionalisme di lingkungan ASN. Dengan program ini, Pemkab Kukar tidak hanya ingin meningkatkan kualitas kerja para pegawainya, tetapi juga membentuk individu yang lebih baik secara moral dan spiritual. Harapannya, gerakan ini dapat menjadi inspirasi bagi instansi lain untuk mengadopsi pendekatan serupa dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih beretika dan produktif.


































