Muara Badak, Kutai Kartanegara — SMP Negeri 7 Muara Badak, yang berada di tengah hamparan perkebunan kelapa sawit sekitar 50 kilometer dari pusat Kota Samarinda, berharap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah segera diterapkan di sekolah mereka.
Sekolah ini mayoritas siswanya berasal dari keluarga buruh sawit. Lokasinya di pedalaman membuat akses cukup menantang. Sebagian siswa harus menempuh perjalanan antara 30 hingga 45 menit menggunakan sepeda motor untuk sampai ke sekolah setiap hari.
“Kami berada di wilayah perkebunan yang jauh dari pusat kota. Sebagian besar orang tua siswa bekerja sebagai buruh sawit. Walau begitu, semangat belajar anak-anak kami tinggi dan prestasi mereka membanggakan,” ujar Kepala Sekolah SMPN 7 Muara Badak, Hadi Audah, S.Pd, kepada Media Badak, Kamis (7/8/2025).
SMPN 7 Muara Badak menerapkan sistem full day school dengan jam belajar dari pukul 07.30 WITA hingga 16.00 WITA. Menurut pihak sekolah, penerapan program MBG akan memberikan manfaat besar, terutama dalam mendukung kebutuhan gizi siswa selama menjalani kegiatan belajar seharian penuh.
“Dengan adanya program Makan Bergizi Gratis, anak-anak akan lebih berenergi dan fokus dalam belajar. Program ini sangat bermanfaat bagi siswa di daerah pedalaman seperti kami,” tambah Hadi Audah.
Apa itu Program Makan Bergizi Gratis?
Program Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi siswa di seluruh Indonesia. Program ini dirancang untuk mendukung tumbuh kembang anak, meningkatkan konsentrasi saat belajar, serta mencegah masalah gizi buruk di kalangan pelajar.
Harapan untuk Pemerataan Akses
Dengan keberadaan sekolah di tengah perkebunan kelapa sawit yang jauh dari fasilitas publik, pihak SMPN 7 Muara Badak berharap pemerintah dapat memprioritaskan penerapan MBG di wilayah mereka. Pemerataan akses gizi diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan siswa di daerah pedalaman.
Baca Juga:
Reporter: Redaksi Media Badak































