TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terus berkomitmen dalam mengembangkan potensi pemuda dengan menghadirkan program Pelatihan Kewirausahaan. Program ini bertujuan untuk membekali generasi muda dengan keterampilan bisnis, meningkatkan daya saing, serta menciptakan lapangan kerja baru.
Pelatihan ini resmi dibuka oleh Asisten II Sekretariat Kabupaten Kukar, Ahyani Fadianur Diani, di Ruang Serba Guna Dispora, Kompleks Stadion Aji Imbut Tenggarong Seberang pada Selasa (18/2/25). Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Bupati Kukar berharap program ini dapat mencetak wirausahawan muda yang mandiri. Dengan keterampilan yang diperoleh, para peserta diharapkan mampu mengembangkan usaha sendiri, tidak hanya bergantung pada pekerjaan yang tersedia tetapi juga menciptakan peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
Mendorong Pertumbuhan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Ahyani menekankan bahwa salah satu dampak positif dari Pelatihan Kewirausahaan ini adalah peningkatan jumlah serta kualitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Semakin banyak wirausahawan muda yang memiliki strategi bisnis yang matang—baik dalam hal manajemen, pemasaran, maupun inovasi produk—maka semakin besar pula kontribusi mereka terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain itu, pelatihan ini juga mendukung visi Pemkab Kukar dalam mewujudkan ekonomi kreatif yang berdaya saing melalui program Kukar Idaman. Program ini mengedepankan pemanfaatan potensi lokal dan teknologi digital sebagai strategi untuk menciptakan bisnis yang inovatif serta mampu bersaing di pasar lokal maupun global.
Dukungan Berkelanjutan bagi Wirausahawan Muda
Pemkab Kukar tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga berkomitmen untuk memberikan pendampingan secara berkelanjutan. Dukungan ini mencakup akses permodalan, bimbingan bisnis, serta pendampingan dalam menghadapi tantangan dunia usaha. Harapannya, semakin banyak usaha yang terbentuk dari hasil pelatihan ini, sehingga lapangan pekerjaan bertambah dan angka pengangguran dapat ditekan.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas wirausahawan muda akan terus menjadi prioritas. Melalui Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM), Dispora Kukar mengadakan pelatihan selama empat hari, dari 18 hingga 21 Februari 2025, dengan melibatkan 40 peserta dari berbagai kecamatan.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kami dalam menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan pemuda Kukar. Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap anak-anak muda semakin percaya diri untuk memulai dan mengembangkan bisnis mereka sendiri,” ujar Ali.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah daerah mengatasi kemiskinan dan memperluas lapangan kerja. Banyak anak muda di Kukar telah menunjukkan inisiatif dengan membangun usaha seperti kafe dan bisnis kreatif lainnya. Dengan adanya Pelatihan Kewirausahaan, mereka akan mendapatkan wawasan baru yang dapat meningkatkan daya saing usaha mereka.
Meningkatkan Daya Saing dan Inovasi
Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga membekali peserta dengan strategi bisnis, pemasaran, serta manajemen keuangan. Dengan pemahaman ini, usaha kecil dan menengah yang mereka rintis akan lebih siap menghadapi tantangan pasar dan mampu berkembang dengan lebih baik.
“Kami berharap pelatihan ini bisa membantu peserta mengembangkan ide bisnis yang inovatif dan berbasis teknologi, sesuai dengan perkembangan zaman serta kebutuhan pasar saat ini. Yang terpenting, kami ingin menanamkan mental pantang menyerah dalam menjalankan usaha,” tambah Ali.
Sebagai bagian dari acara, dilakukan pula pelantikan Dewan Pengurus Cabang Forum Kewirausahaan Pemuda di beberapa kecamatan, seperti Loa Janan, Tenggarong, Tenggarong Seberang, Sebulu, Muara Kaman, dan Sanga Sanga. Selain itu, dilakukan penandatanganan kerja sama antara empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yaitu Dispora, Diskopukm, Disperindag, dan Dispar Kukar. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan pemuda di wilayah tersebut.
Dengan semakin banyaknya pemuda yang mengikuti Pelatihan Kewirausahaan, harapannya akan muncul lebih banyak wirausahawan baru yang mampu bersaing, berinovasi, serta berkontribusi dalam perekonomian daerah. Ini adalah langkah nyata dalam menciptakan generasi muda yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menciptakan lapangan pekerjaan bagi sesama.


































