Tenggarong – Sebuah acara penuh makna berlangsung di Aula Kantor Bappeda Kutai Kartanegara, Minggu (19/1), ketika Muslimah Wahdah Islamiyah Kabupaten Kukar menyelenggarakan Seminar Kesehatan, Tasyakuran Dirosa, dan Wisuda Tahfidz Quran Muslimah. Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab Kukar, H. Dafip Haryanto, yang membuka acara dengan apresiasi dan harapan besar untuk masa depan generasi muda.
Dalam sambutannya, Dafip Haryanto menggarisbawahi pentingnya keterlibatan berbagai elemen masyarakat, khususnya lembaga keagamaan seperti Muslimah Wahdah Islamiyah, dalam mendukung program-program pemerintah untuk menurunkan angka stunting. “Kami bersyukur dapat bersama-sama berkontribusi dalam mencegah dan menurunkan angka stunting di Kabupaten Kukar. Upaya ini sangat penting untuk memastikan kualitas sumber daya manusia di masa depan,” ujarnya.
Dafip menyoroti penurunan prevalensi stunting di Kukar yang menggembirakan, dari 27,1% pada 2022 menjadi 14,6% pada 2024. Meski begitu, ia menegaskan bahwa perjuangan ini belum selesai dan membutuhkan kolaborasi seluruh lapisan masyarakat.
Nilai Qurani untuk Generasi Sehat dan Cerdas
Acara ini tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga menyentuh aspek spiritual. Dengan tema “Cegah Stunting Sebelum Genting, Tanamkan Nilai Al-Qur’an”, acara ini mengingatkan pentingnya nilai-nilai Qurani sebagai landasan dalam membangun generasi sehat, cerdas, dan berakhlak mulia. Menurut Dafip, pendidikan agama, termasuk penghafalan Al-Qur’an, memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi penerus yang unggul.
Wisuda Tahfidz Quran Muslimah menjadi salah satu momen puncak acara ini. Sebanyak 20 santri berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an, menunjukkan dedikasi dan komitmen yang luar biasa. H. Dafip Haryanto menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan dan berharap mereka dapat menjadi agen perubahan yang menginspirasi masyarakat untuk hidup lebih baik. “Semoga ilmu yang mereka pelajari menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan membawa keberkahan,” katanya.
Seminar Kesehatan dan Peran Muslimah
Seminar kesehatan yang menjadi bagian dari acara ini menghadirkan narasumber berkompeten, seperti dr. Ratih Dwi Andini, Sp.A, dan Asrina Asnagani, ST., MT. Mereka menyampaikan pentingnya kesadaran akan gizi, pola asuh, dan pendidikan berbasis nilai agama untuk mencegah stunting. Menurut Ketua Muslimah Wahdah Islamiyah Kukar, Ustadzah Serianti, stunting bukan hanya masalah fisik, tetapi juga tantangan besar dalam pembangunan masa depan generasi penerus bangsa.
“Sebagai umat Islam, kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kesehatan dan pendidikan generasi penerus. Nilai-nilai Al-Qur’an memberikan pedoman dalam membangun keluarga yang kuat dan masyarakat yang sejahtera,” jelas Serianti.
Kegiatan ini dihadiri lebih dari 200 orang, termasuk masyarakat umum, kader posyandu, dan peserta Tasyakuran Dirosa sebanyak 58 orang. Ketua panitia berharap acara ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan pendidikan generasi muda.
Generasi Qurani untuk Masa Depan Bangsa
Wisuda Tahfidz Quran Muslimah yang digelar Muslimah Wahdah Islamiyah diharapkan tidak hanya menjadi perayaan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga simbol harapan akan lahirnya generasi unggul yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan moral. Selain menjadi hafidz Al-Qur’an, para santri diharapkan mampu menjadi pelopor perubahan positif di masyarakat.
Dengan kolaborasi berbagai pihak, acara ini tidak hanya membuktikan keberhasilan dalam membina generasi Qurani, tetapi juga memperlihatkan komitmen nyata untuk menciptakan masa depan yang lebih sehat dan cerah bagi anak-anak Indonesia, khususnya di Kutai Kartanegara.


































