MUARA BADAK – Proyek dengan nilai fantastis mencapai Rp10 miliar yang saat ini tengah berlangsung di wilayah Muara Badak, Kutai Kartanegara, menuai sorotan warga. Dendi, salah satu warga setempat, mempertanyakan keterbukaan informasi proyek yang dinilai belum sesuai dengan standar transparansi publik.
Menurut Dendi, papan informasi proyek yang seharusnya menjadi sarana utama transparansi justru dipasang di lokasi yang kurang tepat sehingga sulit dibaca masyarakat. Selain itu, pada malam hari minim penerangan dan tidak tersedia rambu-rambu yang memadai demi keselamatan pengguna jalan.
“Di papan proyek tersebut, tidak tercantum secara jelas kapan waktu selesainya pekerjaan. Padahal, sesuai dengan amanat Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik, masyarakat berhak mengetahui ke mana uang negara digunakan, terutama dalam jumlah besar. Proyek sebesar ini tidak seharusnya ditutup-tutupi informasinya,” ujar Dendi.
Dendi menegaskan, pihak pelaksana proyek seharusnya segera memperbaiki papan informasi agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, rambu malam perlu ditambahkan demi keselamatan pengguna jalan yang melintas di sekitar area pekerjaan.
Soroti Kualitas Pekerjaan
Selain plang informasi proyek, Dendi juga melihat pekerjaan pelebaran jalan yang menurutnya mungkin belum sepenuhnya sesuai standar. Ia menyebut alas lantai kerja terlihat masih kurang padat namun sudah langsung disemen, yang diduga dapat memengaruhi ketahanan konstruksi di kemudian hari.
Dendi berharap proyek tersebut dikerjakan dengan baik, sehingga hasilnya kokoh dan bermanfaat jangka panjang.
“Jangan sampai baru dibuat, tapi cepat rusak seperti beberapa contoh proyek di Kutai Kartanegara yang diduga kualitasnya kurang baik,” ujarnya.
Baca Juga
- Warga Marangkayu Desak Kepastian Lahan Bendungan, RDP Ditunda Tunggu PN Tenggarong
- IMABA Desak Kejelasan Pembangunan Asrama Mahasiswa Muara Badak































