Muara Badak (17/3/2026) – Perjuangan panjang para pembudidaya kerang darah di pesisir Muara Badak akhirnya membuahkan hasil. Hari ini, dana tali asih sebesar Rp9.940.000.000 dari PT PHSS resmi dicairkan kepada para pembudidaya yang terdampak kematian massal kerang darah yang terjadi pada akhir tahun 2024.
Dana tersebut akan dibagikan kepada 299 pembudidaya kerang darah yang selama ini mengalami kerugian besar akibat mati massalnya komoditas budidaya mereka di perairan pesisir Muara Badak.
Kematian massal itu sebelumnya diduga berkaitan dengan pencemaran limbah pengeboran migas dari aktivitas perusahaan tersebut.
Proses pencairan dilakukan melalui 10 rekening perwakilan pembudidaya, dengan pencairan cash dilaksanakan hari ini di Bank Mandiri Muara Badak.
Bagi para pembudidaya, pencairan dana ini bukan sekadar bantuan, tetapi juga menjadi simbol dari perjuangan panjang yang penuh tekanan dan kesabaran.
Sejak peristiwa kematian kerang terjadi, para pembudidaya berulang kali melakukan aksi dan menyuarakan tuntutan ke pihak perusahaan.
Bahkan dalam salah satu aksi yang memuncak, sejumlah pendemo sempat bermalam sehari di Polres Bontang setelah melakukan demonstrasi menuntut kejelasan tanggung jawab atas kerugian yang mereka alami.
Kini, setelah melalui berbagai proses panjang, harapan para pembudidaya mulai menemukan titik terang. Meski disebut sebagai tali asih, pencairan dana ini menjadi pengakuan bahwa para pembudidaya memang mengalami kerugian besar yang tidak bisa diabaikan.
Bagi masyarakat pesisir Muara Badak, peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa suara kecil nelayan dan pembudidaya tetap bisa menggema ketika mereka bersatu memperjuangkan haknya.































