Muara Badak – Sebuah kisah datang dari warga tentang perjalanan Desa Gas Alam Badak 1, sebuah desa yang pernah dikenal sebagai desa penuh harapan di Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara.
Cerita ini disampaikan oleh Dendi, seorang warga yang lahir dan besar di desa tersebut. Ia mengenang masa ketika Desa Gas Alam Badak 1 menjadi salah satu desa yang berkembang pesat karena kedekatannya dengan kawasan industri gas.
Menurutnya, pada masa itu kehidupan desa terasa hidup. Jalan desa cukup ramai dilalui warga, lingkungan terlihat bersih dan nyaman dipandang. Warung-warung kecil berdiri di pinggir jalan, sementara banyak warga bekerja di sekitar kawasan industri yang berada tidak jauh dari desa.
Setiap sore, anak-anak bermain di lapangan terbuka, sementara para orang tua berkumpul di teras rumah, berbincang santai tentang kehidupan dan masa depan desa yang mereka yakini akan semakin maju.
“Lingkungan setiap pagi selalu terlihat bersih. Tiang-tiang lampu berdiri kokoh menerangi jalan desa, membuat suasana terasa aman dan nyaman,” kenangnya.
Pada masa itu, Desa Gas Alam Badak 1 menjadi contoh bagaimana sebuah desa kecil bisa berkembang karena adanya peluang ekonomi di sekitarnya.
Namun seiring berjalannya waktu, keadaan perlahan mulai berubah. Kesempatan kerja yang dulu menjadi harapan banyak warga mulai berkurang. Beberapa fasilitas yang seharusnya menjadi perhatian pemerintah desa pun kini terlihat kurang terawat.
Salah satu simbol perubahan itu adalah tiang lampu penerangan jalan desa. Jika dulu berdiri kokoh dan menerangi jalan setiap malam, kini sebagian terlihat redup dan seakan tidak lagi diperhatikan.
Tidak hanya itu, kondisi lingkungan yang dulu dikenal bersih kini mulai berubah. Sampah yang dulu jarang terlihat, kini kerap menjadi pemandangan di beberapa titik jalan desa.
Kini, Desa Gas Alam Badak 1 bahkan sering disebut sebagai desa yang tertinggal oleh sebagian masyarakat.
Meski demikian, harapan warga belum sepenuhnya padam. Mereka masih percaya desa ini suatu hari bisa bangkit kembali.
Harapan itu sederhana: lingkungan yang kembali bersih, fasilitas yang diperhatikan, dan kesempatan ekonomi yang bisa kembali menghidupkan desa seperti dulu.
“Semoga suatu hari nanti Desa Gas Alam Badak 1 bisa kembali terang dan menjadi desa yang nyaman untuk ditinggali,” harapnya.






























