Samarinda – Media Badak
Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Timur (BNNP Kaltim) berhasil menggerebek sebuah lokasi peredaran narkoba di Jalan M. Sangaji, Kota Samarinda, pada Kamis malam (31/7/2025). Dalam operasi yang digelar sekitar pukul 21.00 hingga 23.00 Wita tersebut, sebanyak 94 orang berhasil diamankan, termasuk tujuh perempuan.
Kepala Seksi Intelijen BNNP Kaltim, AKP Dwi Wibowo Laksono, mengungkapkan bahwa penggerebekan ini merupakan respons atas banyaknya keluhan masyarakat yang merasa resah terhadap aktivitas peredaran narkoba di kawasan tersebut.
“Sudah sekitar satu bulan ini warga, termasuk tokoh adat dan tokoh agama, melaporkan keresahan mereka. Hampir 24 jam ada transaksi narkoba di lokasi itu,” ungkap AKP Dwi.
Diduga Pengedar Kabur, Pengguna Terjaring
Menurut AKP Dwi, saat penggerebekan berlangsung, sejumlah orang yang diduga sebagai pengedar berhasil melarikan diri dengan melompat ke sungai. Namun puluhan orang lainnya yang datang untuk membeli narkoba justru tak menyadari adanya operasi dan akhirnya ikut terjaring.
“Mereka tetap berdatangan untuk mencari narkotika. Setelah kami lakukan tes urine, semuanya positif,” jelasnya.
Fokus Rehabilitasi, Bukan Hukuman
BNNP Kaltim menegaskan bahwa para pengguna yang diamankan bukan untuk dihukum, melainkan akan diarahkan ke proses asesmen medis. Kebijakan ini sejalan dengan instruksi Kepala BNN RI, Komjen Pol. Marthinus Hukom, untuk memutus rantai peredaran narkoba dari sisi permintaan.
“Kami ingin menghilangkan pasar narkoba di wilayah ini. Kalau tidak ada yang beli, otomatis tidak ada lagi yang menjual,” tambah AKP Dwi.
Para pengguna akan dibedakan berdasarkan tingkat ketergantungannya dan akan menjalani rehabilitasi rawat jalan atau rawat inap di Klinik BNN Tanah Merah, sesuai hasil asesmen.
Upaya Serius Berantas Narkoba di Kaltim
Langkah ini menjadi bagian dari upaya serius BNNP Kaltim dalam menyapu bersih jaringan peredaran narkoba di Samarinda dan sekitarnya. Dengan terus melibatkan laporan masyarakat, BNNP berharap kawasan rawan narkoba bisa ditekan secara signifikan.
Baca Juga:


































