Sangasanga – Sangasanga kembali menjadi saksi peringatan sejarah perjuangan dengan digelarnya Upacara Peringatan Peristiwa Merah Putih ke-78 pada Senin (27/1/2025). Acara tersebut berlangsung khidmat di Lapangan Sepak Bola PT. Pertamina EP Asset 5 Field Sangasanga, dengan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah, bertindak sebagai inspektur upacara.
Mengusung tema “Pahlawanku adalah Inspirasi Idamanku”, upacara ini diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari TNI/Polri, Satpol PP, Dishub, Korpri, hingga pelajar dari tingkat SD, SMP, dan SMA. Prosesi dimulai dengan pembacaan maklumat perjuangan Merah Putih, dilanjutkan pengibaran Sang Saka Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), serta pembacaan teks Pancasila dan UUD 1945.
Dalam amanatnya, Edi Damansyah menekankan pentingnya Upacara Peringatan Peristiwa Merah Putih sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan dari penjajahan. “Epos patriotisme sejarah Perjuangan Merah Putih Sangasanga harus terus kita tuturkan kepada generasi muda. Ini adalah warisan yang tak ternilai,” ujar Edi.
Bupati Kukar Mengajak Masyarakat Untuk Mengambil Inspirasi Perjuangan Pemuda-pemuda Sangasanga
Bupati Edi juga mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk mengambil inspirasi dari perjuangan pemuda-pemuda Sangasanga yang tergabung dalam Barisan Pembela Rakyat Indonesia (BPRI). Kisah heroik tersebut, menurutnya, harus menjadi cerminan keteladanan agar tumbuh karakter nasionalis dan patriotik dalam diri generasi penerus bangsa.
“Nilai-nilai perjuangan Merah Putih tidak lagi diwujudkan dalam bentuk fisik, tetapi melalui aktualisasi di berbagai bidang. Generasi muda perlu mengawal pembangunan, meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Ini adalah bentuk perjuangan modern yang perlu kita lakukan,” imbuhnya.
Upacara ini tidak hanya menjadi ajang refleksi sejarah, tetapi juga sarana menyuntikkan semangat baru di tengah percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Edi menegaskan bahwa generasi muda Kukar harus dipersiapkan dengan baik, dibekali ilmu pengetahuan, inovasi, dan kreativitas, sehingga mampu bersaing di era globalisasi.
Peringatan kali ini semakin istimewa dengan penampilan operet Merah Putih oleh pemuda-pemudi Sangasanga, yang menggambarkan semangat perjuangan rakyat melawan penjajah. Pertunjukan ini sukses membangkitkan rasa bangga akan sejarah lokal yang sarat nilai heroik.
Edi berharap Upacara Peringatan Peristiwa Merah Putih tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi inspirasi dinamis yang terus menguatkan semangat kebangsaan. “Momentum ini adalah pengingat bahwa semangat perjuangan tetap relevan untuk membangun daerah dan bangsa,” tutupnya.
Dengan khidmat dan penuh semangat, peringatan ini kembali meneguhkan Sangasanga sebagai simbol patriotisme yang tak lekang oleh waktu.






























