Sangasanga, Kutai Kartanegara – Kecamatan Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara, kembali menjadi saksi semangat kebangsaan melalui acara Pesta Rakyat Merah Putih dan Pelepasan Napak Tilas yang berlangsung pada Minggu (26/1/25). Acara ini dibuka secara resmi oleh Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah, didampingi Dandim 0906 Kukar Letkol Czi Damai Adi Setiawan di Monumen Merah Putih Sangasanga Muara.
Dalam pidatonya, Bupati Edi mengajak seluruh peserta Napak Tilas untuk merenungkan kembali arti perjuangan para pahlawan dalam melawan penjajah. “Kegiatan ini tidak sekadar jalan bersama, tetapi menjadi simbol perjuangan dan persatuan. Generasi muda perlu memahami betapa besar pengorbanan yang dilakukan demi kemerdekaan yang kita nikmati hari ini,” tutur Edi.
Napak Tilas : Menghidupkan Nilai Perjuangan
Napak Tilas tahun ini tidak hanya menjadi pengingat akan peristiwa heroik yang terjadi 78 tahun lalu di Sanga-Sanga, tetapi juga sebuah langkah nyata untuk mempererat persaudaraan antarwarga. Edi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan momen penting untuk membangun komunikasi dan solidaritas di tengah masyarakat Kutai Kartanegara.
Peserta Napak Tilas yang berasal dari berbagai kalangan menunjukkan antusiasme luar biasa. Dengan langkah penuh semangat, mereka tidak hanya mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebangsaan yang relevan untuk menghadapi tantangan zaman.
Semarak Pesta Rakyat Merah Putih
Selain Napak Tilas, acara ini dimeriahkan oleh Pesta Rakyat yang melibatkan warga setempat. Salah satu yang menarik perhatian adalah partisipasi para ibu yang menghadirkan aneka panganan tradisional khas Kutai Kartanegara. Hidangan ini tidak hanya menggugah selera, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan kekayaan budaya lokal.
Bupati Edi menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. Ia juga mengimbau panitia untuk melakukan evaluasi setiap tahunnya agar penyelenggaraan di masa depan semakin baik.
Mengenang Sejarah, Menata Masa Depan
Napak Tilas ini bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan emosional dan intelektual bagi peserta Napak Tilas. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk mempelajari nilai-nilai perjuangan yang ditunjukkan para pahlawan, sekaligus menjadikannya inspirasi untuk masa depan.
Monumen Merah Putih di Sanga-Sanga menjadi saksi semangat yang terus hidup di hati masyarakat. Dari langkah-langkah kecil di Napak Tilas, lahir kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga persatuan dan terus berjuang demi kemajuan bangsa.
Dengan kebersamaan dan semangat juang yang diwarisi dari para pahlawan, peserta Napak Tilas tahun ini membuktikan bahwa sejarah bukan sekadar masa lalu, tetapi adalah bekal berharga untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik.


![Ilustrasi [Dokumen Bontang Post]](https://mediabadak.com/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-01-at-15.29.28-750x485-1-360x180.jpeg)









![Ilustrasi [Dokumen Bontang Post]](https://mediabadak.com/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-01-at-15.29.28-750x485-1-350x250.jpeg)














![Ilustrasi [Dokumen Bontang Post]](https://mediabadak.com/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-01-at-15.29.28-750x485-1-120x86.jpeg)
