Samarinda, 14 Mei 2025 – Seluruh korban tanah longsor yang terjadi di kawasan Belimau, Kelurahan Lempake, Kota Samarinda, telah berhasil ditemukan. Tim SAR gabungan dari BPBD Samarinda, Basarnas, serta relawan berhasil mengevakuasi total empat korban yang tertimbun longsor setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Kepala BPBD Samarinda, Suwarso, menyatakan bahwa dua korban terakhir, yakni Nurul Sakira (17) dan Fitri (14), ditemukan pada Selasa (14/5) dalam kondisi meninggal dunia di dalam satu kamar. Sebelumnya, dua korban lain yaitu Hamdana (50) dan Nasrul (24) telah ditemukan pada Senin (13/5).
> “Terima kasih atas kerja sama seluruh tim dan relawan yang terlibat dalam operasi pencarian,” ungkap Suwarso.
Keempat jenazah kini telah dibawa ke RSUD AW Sjahranie untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Proses pencarian sempat mengalami kendala karena kondisi medan yang berat dan tanah yang masih labil. Sebagian evakuasi dilakukan secara manual menggunakan sekop dan cangkul, sementara alat berat sempat ditarik demi keamanan dan baru kembali disiagakan pada pagi hari.
Koordinator Tim SAR Samarinda, Mardi Sianturi, menjelaskan bahwa strategi evakuasi dilakukan bertahap dengan menurunkan alat berat ringan terlebih dahulu untuk membuka jalur aman. “Pencarian korban ketiga dan keempat juga sempat terhambat karena keterbatasan pencahayaan saat malam,” jelasnya.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai.
Pemerintah daerah dan tim penanggulangan bencana mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi tanah longsor, khususnya di wilayah rawan saat musim hujan.





























