TENGGARONG – Para nelayan kerang dara di Muara Badak terus berjuang menuntut kejelasan terkait dampak yang mereka alami. Sejak 4 Februari 2025, mereka melakukan aksi protes di depan Gate 1 PT. PHSS, mendesak perusahaan agar bertanggung jawab atas kerugian yang mereka derita. Hingga lebih dari sepekan berlalu, tuntutan mereka masih belum mendapatkan jawaban yang memadai.
Meski awalnya aksi ini diikuti sekitar 500 orang, masyarakat kini menerapkan sistem jaga bergantian untuk memastikan keberlanjutan perjuangan. Mereka bahkan membangun tenda di lokasi sebagai bentuk keteguhan sikap.
Aksi Berlangsung Damai, Solidaritas Terus Menguat
Tidak hanya menuntut ganti rugi, para nelayan juga menjaga ketertiban dalam aksi ini. Mereka tetap memberi akses bagi nelayan yang ingin melaut dan berbagi makanan dengan sesama peserta aksi. Semangat solidaritas ini memperlihatkan bahwa perjuangan mereka bukan hanya tentang kepentingan individu, tetapi juga tentang hak bersama yang harus diperjuangkan.
“Kami akan terus bertahan hingga ada kepedulian dari perusahaan dan ganti rugi diselesaikan,” ujar Muhammad Yusuf, Humas Persatuan Budi Daya Kerang Dara Muara Badak.
Selain nelayan, aksi ini juga mendapat dukungan luas dari berbagai organisasi seperti KNPI dan Organda. Mereka ikut bergabung dalam perjuangan ini, menunjukkan bahwa kepedulian terhadap masalah ini semakin meluas.
Mendesak Perusahaan dan Pemerintah untuk Bertindak
Meskipun pemerintah daerah dan DPRD telah memberikan instruksi kepada PT. PHSS, perusahaan tersebut belum merespons dengan langkah konkret. Situasi ini membuat masyarakat semakin kecewa dan berencana memperbesar aksi mereka dalam waktu dekat. Bahkan, Komisi 12 DPR RI dikabarkan akan turun langsung untuk mengawal permasalahan ini.
Para nelayan kerang dara Muara Badak berharap perusahaan segera membuka dialog untuk mencari solusi terbaik. Jika tuntutan ini terus diabaikan, mereka berkomitmen untuk tetap bertahan hingga hak mereka dipenuhi. Perjuangan ini menjadi bukti bahwa masyarakat tidak akan tinggal diam ketika hak mereka terabaikan.
Sumber : mediaetam.com





























