Tenggarong – Dalam suasana penuh semangat dan kebanggaan, Expo Peringatan Peristiwa Merah Putih kembali digelar untuk mengenang perjuangan bersejarah rakyat Sangasanga. Acara ini, yang telah memasuki tahun ke-78, tidak hanya menjadi momen untuk memperingati jasa para pahlawan tetapi juga ajang untuk menggerakkan roda perekonomian lokal.
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah, membuka resmi expo ini di Halaman Parkir Sandisa, Kecamatan Sangasanga, pada Minggu (26/01/25). Dengan didampingi jajaran pemerintahan dan tokoh masyarakat, pemukulan gong dan penekanan tombol menandai dimulainya pameran yang sekaligus meluncurkan kalender pariwisata Kabupaten Kukar tahun 2025.
Dalam pidatonya, Bupati Edi menegaskan pentingnya peringatan Peristiwa Merah Putih sebagai bentuk penghormatan kepada perjuangan para pahlawan. Namun, ia juga menyoroti aspek modern dari peringatan ini, yaitu bagaimana rangkaian kegiatan seperti expo dapat menjadi wadah untuk mendukung pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan memperkuat ekonomi daerah.
“Expo ini bukan hanya untuk mengenang perjuangan, tapi juga memberikan ruang bagi UMKM di Sangasanga dan sekitarnya agar mereka dapat berkembang dan meningkatkan perekonomian lokal,” ujar Edi Damansyah.
Menyatu dengan Hiburan Rakyat
Tak hanya berfokus pada pameran, Expo Peringatan Peristiwa Merah Putih ini juga menghadirkan hiburan rakyat sebagai daya tarik tambahan. Seni pertunjukan lokal mendapat ruang khusus, memberikan kesempatan bagi para pelaku seni untuk menampilkan karya mereka.
Dengan acara yang dirancang untuk menghibur sekaligus memberdayakan, expo ini diharapkan menarik perhatian pengunjung dari berbagai kalangan. Menurut Edi, semakin banyak pengunjung yang hadir, semakin besar dampaknya terhadap UMKM dan sektor ekonomi kreatif lainnya.
“Kami ingin setiap kegiatan, termasuk hiburan rakyat, memberikan dampak nyata. Semakin banyak orang datang, semakin besar manfaat yang dirasakan UMKM kita,” tambahnya.
Menghidupkan Semangat Kota Juang
Sebagai bagian dari komitmen untuk melestarikan sejarah, Pemerintah Kabupaten Kukar telah mendesain Sangasanga sebagai “Kota Juang.” Tempat-tempat bersejarah terus dipertahankan agar generasi mendatang tidak melupakan perjuangan rakyat 78 tahun lalu.
Expo tahun ini mencatat partisipasi yang cukup besar, dengan 32 peserta dari organisasi perangkat daerah (OPD) dan perusahaan lokal, serta melibatkan 159 UMKM. Beragam produk lokal dipamerkan, mulai dari kerajinan hingga kuliner khas, menciptakan suasana yang hidup dan penuh warna.
Dalam penutupannya, Edi menekankan perlunya terus berinovasi agar peringatan seperti ini tidak menjadi monoton. Evaluasi tahunan dan kreativitas sangat penting untuk menjaga antusiasme masyarakat sekaligus memperkuat dampak positif acara tersebut.
Dengan menggabungkan semangat perjuangan, hiburan rakyat, dan pemberdayaan ekonomi, Expo Peringatan Peristiwa Merah Putih ke-78 tak hanya menjadi momen refleksi sejarah, tetapi juga langkah nyata menuju masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Sangasanga.






























