MEDIA BADAK – Warga Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, digegerkan dengan penemuan tengkorak manusia di area perkebunan sawit, Minggu (18/1/2026) siang. Tengkorak tersebut pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang melintas di lokasi sekitar pukul 13.00 Wita.
Kepala Desa Santan Ulu, Heri Budianto, mengatakan penemuan itu awalnya dilaporkan oleh warga asal Santan Tengah yang melintas di kebun sawit. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada warga sekitar dan pihak pemerintah desa.
“Yang menemukan warga dari Santan Tengah saat melintas di kebun sawit. Setelah itu dilaporkan ke warga sekitar dan pihak desa,” ujar Heri saat dikonfirmasi, Senin (19/1/2026).
Penemuan tengkorak manusia tersebut sempat menimbulkan tanda tanya dan keresahan di tengah masyarakat. Namun setelah dilakukan pengamatan awal, salah seorang warga menduga tengkorak tersebut merupakan milik ayahnya sendiri, Marlo, yang dilaporkan hilang sejak sekitar dua tahun lalu.
Saat dinyatakan hilang, Marlo diketahui berusia sekitar 70 tahun. Dugaan identitas tersebut diperkuat dengan pakaian yang masih melekat pada bagian tulang paha dan dikenali langsung oleh anak korban. Selain itu, lokasi penemuan juga berada di kebun milik korban.
“Anak korban mengenali pakaian yang dikenakan. Lokasinya juga berada di kebun milik almarhum,” jelas Heri.
Sementara itu, Kapolres Bontang melalui Kapolsek Marangkayu, AKP Risal, membenarkan adanya penemuan tengkorak manusia tersebut. Pihak kepolisian sempat menyarankan agar dilakukan proses identifikasi lebih lanjut untuk kepentingan penyelidikan.
Namun demikian, pihak keluarga korban menolak proses identifikasi dan memilih untuk tidak melanjutkan ke proses hukum. Keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kejadian tersebut sebagai musibah.
“Keluarga sudah ikhlas dan tidak ingin melanjutkan proses hukum. Jenazah kemudian langsung dimakamkan oleh pihak keluarga,” pungkas AKP Risal.
Hingga saat ini, situasi di sekitar lokasi penemuan dilaporkan telah kembali kondusif.




























