Jakarta – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pendidikan berbasis Al-Qur’an. Hal ini terlihat dari kunjungan kerja dan penandatanganan PTIQ yang dilakukan Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, pada Jumat (10/1/25). Kunjungan yang berlangsung di kampus Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta ini menjadi momen penting untuk memperpanjang kesepakatan kerja sama serta mengevaluasi program-program yang telah berjalan.
Kunjungan Kerja dan Penandatanganan PTIQ Langkah Strategis dalam Kerja Sama Pendidikan
Rombongan Pemkab Kukar disambut langsung oleh Ketua Lembaga Tahfidz dan Tilawah Al-Qur’an (LTTQ), Dr. Abdul Rokhim, Kepala Biro Umum Administrasi, Ustadz Zaini, serta Wakil Direktur Ma’had Al-Qur’an, Ustadz Muhajir. Dalam pertemuan ini, Sekda Sunggono menegaskan bahwa kunjungan kerja dan penandatanganan PTIQ merupakan upaya berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan program beasiswa mahasiswa asal Kukar.
“Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa penerima beasiswa mampu mencapai target yang telah ditetapkan, termasuk menghafal 30 juz Al-Qur’an. Ini adalah bagian dari komitmen kami dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang berkualitas,” ujar Sunggono.
Evaluasi sebagai Pondasi Kemajuan
Selama kunjungan, evaluasi menjadi agenda utama. Menurut Sunggono, evaluasi rutin penting guna memastikan setiap program berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat yang maksimal. Salah satu hal yang dievaluasi adalah peningkatan kualitas mahasiswa penerima beasiswa. Selain itu juga, dampak positif kerja sama ini terhadap prestasi Kukar di ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).
“Evaluasi adalah bagian penting dari kunjungan kerja dan penandatanganan PTIQ. Jika ditemukan kekurangan, kami akan segera melakukan perbaikan agar manfaat kerja sama ini terus dirasakan,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi peran besar PTIQ dalam membantu Kukar mempertahankan gelar juara umum MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Dukungan ini, menurutnya, menjadi bukti nyata bahwa kerja sama strategis dapat menghasilkan dampak yang luar biasa.
Pentingnya Pendidikan Berbasis Al-Qur’an
Kerja sama antara Pemkab Kukar dan PTIQ tidak hanya terbatas pada program beasiswa, melainkan juga sebagai langkah strategis demi membangun SDM yang unggul. Pendidikan berbasis Al-Qur’an dianggap sebagai investasi penting untuk menciptakan generasi muda yang tidak hanya kompeten secara spiritual, tetapi juga siap berkontribusi pada pembangunan daerah.
“Kami percaya bahwa melalui program ini, Kukar dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya memahami nilai-nilai Al-Qur’an tetapi juga memiliki kapasitas untuk membangun masyarakat yang lebih baik,” ungkap Sunggono.
Harapan untuk Masa Depan Kerja Sama yang Lebih Baik
Sunggono berharap kunjungan kerja dan penandatanganan PTIQ ini menjadi tonggak baru dalam hubungan baik antara Pemkab Kukar dan PTIQ. Dengan terus berinovasi dalam program-program yang berlangsung, keduanya diharapkan dapat menciptakan dampak yang lebih luas. Dampak tersebut, baik untuk masyarakat Kukar maupun pengembangan pendidikan berbasis Al-Qur’an secara nasional.
“Harapan kami, kerja sama ini tidak hanya berlanjut tetapi juga semakin berkembang. Kami percaya ini adalah langkah penting untuk masa depan yang lebih cerah,” tambahnya.
Kunjungan kerja dan penandatanganan PTIQ ini menunjukkan komitmen nyata Pemkab Kukar dalam memperjuangkan pendidikan Al-Qur’an. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan, harapannya manfaat kerja sama ini dapat terus terasa oleh masyarakat luas. Selain itu juga, memberikan inspirasi bagi daerah lain untuk melakukan hal serupa.






























