Muara Badak (18/3/2026) – Tindak lanjut cepat pasca aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Pesisir Daerah (AMARAH) mulai terlihat nyata di lapangan.
Camat Muara Badak bersama Sekretaris Camat (Sekcam) turun langsung melakukan pembenahan jalan rusak di sekitar tikungan dekat Kantor Camat Muara Badak serta di beberapa titik lainnya yang dinilai rawan dan membahayakan pengguna jalan.
Kegiatan tersebut melibatkan jajaran pemerintah kecamatan bersama perwakilan AMARAH dalam aksi gotong royong sebagai langkah awal penanganan kerusakan jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Perbaikan dilakukan dengan metode penimbunan sementara guna mengurangi risiko kecelakaan akibat lubang jalan yang cukup parah di sejumlah titik. Selain itu, masyarakat yang melintas juga diimbau untuk tetap berhati-hati karena proses pembenahan masih berlangsung.
Langkah ini merupakan respons langsung atas aspirasi yang sebelumnya disampaikan AMARAH dalam aksi unjuk rasa di depan Kantor Camat Muara Badak pada 16 Maret 2026 lalu. Dalam aksi tersebut, massa menyoroti kondisi jalan rusak, transparansi program Corporate Social Responsibility (CSR), serta sejumlah proyek yang dinilai belum optimal.
Tak hanya aksi di lapangan, Pemerintah Kecamatan Muara Badak juga telah membuka forum dialog bersama AMARAH, instansi terkait, serta perwakilan perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut. Forum tersebut menjadi wadah penyampaian aspirasi sekaligus mencari solusi bersama.
Dalam perkembangan terbaru, sejumlah perusahaan turut berpartisipasi dalam mendukung perbaikan sementara jalan melalui bantuan dana dan material. Berdasarkan informasi yang dihimpun, bantuan tersebut di antaranya berasal dari:
- Pertamina EP sebesar Rp500.000
- TSB sebesar Rp500.000
- PHM berupa semen senilai Rp1.000.000
- PT MDP sebesar Rp1.000.000
- PHSS sebesar Rp2.500.000
Partisipasi ini menjadi bagian dari kontribusi awal pihak perusahaan dalam merespons kondisi infrastruktur di Muara Badak.
Meski demikian, berbagai pihak berharap langkah perbaikan ini tidak berhenti pada penanganan sementara, melainkan dapat dilanjutkan dengan perbaikan permanen dan menyeluruh agar kondisi jalan benar-benar layak dan aman digunakan masyarakat.
Koordinator AMARAH, Erdin Syam, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal hasil dari aksi dan dialog yang telah dilakukan, agar seluruh aspirasi masyarakat benar-benar ditindaklanjuti secara konkret.
“Yang dibutuhkan masyarakat hari ini bukan hanya respons cepat, tetapi solusi jangka panjang,” tegasnya.
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, pemuda, dan pihak perusahaan, masyarakat berharap perbaikan infrastruktur di Muara Badak dapat berjalan lebih baik, transparan, dan tepat sasaran.





























