SANGASANGA – Ledakan terjadi di lokasi pengeboran sumur minyak milik PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field pada Rabu pagi, 18 Juni 2025. Peristiwa ini memicu kepanikan warga Kelurahan Jawa, Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara. Kobaran api dan semburan lumpur disertai bau gas menyengat memunculkan kembali trauma lama masyarakat terhadap insiden gas beracun pada tahun 1988.
Air Keruh dan Bau Solar, PDAM Setop Distribusi Sementara
Tak hanya mengganggu aktivitas, ledakan itu diduga mencemari air dari Perumda Tirta Mahakam Kukar. Warga melaporkan air berubah kecokelatan dan berbau seperti bensin atau solar. Direktur Teknik Perumda, Abdul Latif, menyebut bahwa intake air mentah di PDAM kemungkinan besar terpapar minyak. Dinding tangki penampungan pun ditemukan licin akibat lumpur dari semburan yang mengalir hingga 2–3 kilometer.
Sebagai langkah darurat, distribusi air bersih dihentikan sementara. Namun, keputusan ini cukup dilematis karena bertepatan dengan pelaksanaan MTQ tingkat Kecamatan Sangasanga pada 22–27 Juni 2025. Untuk kebutuhan MCK, PDAM tetap mengalirkan air setelah menambahkan bahan kimia dan memasang filter karbon aktif.
Pertamina juga mengambil sampel air dari lokasi distribusi dan intake PDAM untuk diuji laboratorium. Hasil pengujian ditargetkan keluar dalam waktu 14 hari.
Warga Harapkan Kompensasi dan Kepastian
Dalam rapat darurat yang dihadiri camat, kepolisian, PDAM, dan Pertamina, warga menyampaikan keresahan dan harapan agar ada kompensasi yang jelas. “Kami hanya dapat susu, masker, dan suplemen. Tapi itu belum cukup,” ucap Chaidiel. Dinarti pun mengeluhkan kondisi tubuhnya yang masih lemas hingga beberapa hari setelah insiden.
Pihak Pertamina menegaskan bahwa kondisi terkendali dan berkomitmen menyediakan air galon bersih untuk konsumsi warga. Selain itu, uji coba penggunaan Poly Aluminium Chloride (PAC) dan filter karbon aktif juga sedang dilakukan.
Meski demikian, bagi warga yang kehilangan mata pencaharian atau masih dihantui rasa cemas, segala penjelasan teknis itu belum cukup menenangkan.
Baca juga: Empat Nelayan Muara Badak Dipanggil Polisi Usai Demo PHSS
Editor: Tim Redaksi Media Badak | Sumber: Kaltim Post






























